PING: Backup & Restore Image Tools

Waktu masih kerja di warnet, salah satu aplikasi yang sangat membantu untuk menginstal sistem operasi di beberapa komputer dengan spesifikasi yang sama dengan menggunakan Norton Ghost. Aplikasi yang mampu menyimpan informasi sistem operasi & aplikasi yang digunakan dalam bentuk image dan me-restore-nya. Hal ini tentunya sangat membantu teknisi yang berkutat mengurusi puluhan bahkan ratusan komputer.

Kegunaan aplikasi sejenis dengan ini cukup banyak di pasaran, baik yang berbayar maupun gratisan. Kali ini aku mengajak Anda untuk menjajal PING (Partimage Is Not Ghost) - Totally free!.
Fitur standar yang ditawarkan si PING sebagai berikut – copy & paste:

  • Probably the best available Linux toolbox for rescueing a system;
  • Backup and Restore partitions or files to a MS Network Shared directory;
  • Backup and Restore the BIOS data as well;
  • Either burn a bootable CD / DVD, either integrate within a PXE / RIS environment;
  • Possibility to Blank local admin’s password;
  • Create your own restoration bootable DVD (see the Howto Documentation);
  • Partition and Format a disk before installing Windows (so to make sure your unattended Windows installation will happen on the right partition);

Fitur diatas terbungkus dengan bantuan Linux From Scratch, dengan jumlah data tidak lebih dari 20MB. Karena sifatnya yang live-cd, artinya tidak perlu melakukan instalasi sistem ke hard disk – tapi sudah bisa dijalankan dengan menikmati fitur-fitur yang ada.

Kebetulan salah satu server yang aku tangani tidak menggunakan RAID, sehingga membutuhkan waktu panjang untuk menyiapkan sistem go-alive apabila terjadi kegagalan hard disk. Ngak kebayang ‘kan? Mari silahkan bayangkan, begadang satu hari satu malam & paginya ngak sempat pulang ke rumah – alias dilanjut kerja di hari berikutnya. Mau jadi apa? Ah that was my past.

Penggunaan PING cukup mudah, baik dalam hal mem-backup maupun me-restore. Sedikit hal yang mungkin bisa memudahkan Anda ketika menggunakannya, yaitu:

1. Siapkan hardisk backup/restore minimal dengan kapasitas yang sama dengan hard disk yang online.

2. Apabila melakukan backup image, hard disknya bisa dipasangkan menjadi slave position

3. Hard disk IDE dikenal dengan /dev/hdX, sedangkan hard disk SATA dikenal dengan /dev/sdX, apabila tidak yakin catatlah , misalnya /dev/sda1 -> Partisi System : 20 GB; /dev/sda5 -> Partisi Aplikasi : 50 GB. Serta tipe file system (FAT32/NTFS)

4. Untuk proses restore, langkah diatas dibutuhkan untuk menyiapkan pembagian partisi, silahkan melihat rujukan penggunaan fdisk oleh Bang Adhie Ismet.

PING memberikan kemudahan dengan wizard-nya, namun apabila Anda ingin menggunakan cli, silahkan saja. Seperti ini:

# partimage -z1 -d save /dev/sda1 /dev/sda1 /mnt/dos/Image/sda1.000

# partimage -z1 -d save /dev/sda5 /dev/sda1 /mnt/dos/Image/sda5.000

Perintah diatas, akan melakukan proses backup, dan mengkompresnya gzip.

# partimage restore /dev/sda1 /mnt/dos/Image/sda1.000

# partimage restore /dev/sda5 /mnt/dos/Image/sda5.000

Perintah diatas, akan merestore image menjadi 2 (dua) partisi yang ada.

Sekali lagi saran saya akan lebih mudah, apabila Anda menggunakan wizard-nya.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

About the Author

anak muda yang gemar dengan opensource software, khususnya sistem operasi GNU/Linux, jaringan dan keamanan informasi.